Setelah perdebatan singkat malam tadi dengan
saudari nun jauh disana, saya merasa perlu memberi pemahaman (sok tau)
kepadanya tentang prespektif yang benar.
Entah sampai kapan perdebatan klasik itu
berlangsung, tapi setidaknya ijinkan saya memberikan pendapat saya tentang arti
cinta yang selalu diperdebatkan oleh sebagian besar manusia dimuka
bumi. Oh iya… Sebelumnya maafkan saya yang tidak terlalu
kompeten bercerita tentang point ini, point yang diperdebatkan bahkan lebih
lama dari pertempuran klasik atas nama cinta keluarga Capulet dan Montague.
Lalu saya teringat sama quotes ini. Iyah… saya lupa
siapa yang nulis ini, tapi quotes ini bener-bener jlebbb buat
yang masih teriak-teriak dan menyepelekan point ini.
Persetan dengan cinta! Cinta gag bisa kasih lu
makan…
Jika ibumu tidak cinta denganmu, ia sudah
menjualmu demi makanan
Orang-orang terkadang terjerumus dengan apatisme
berbunyi “Cinta gag bisa kasih lu makan”. Tapi lupa untuk mencerna lebih dalam
lagi arti dari point itu. Kita lebih sering menilai hal ini sepintas dan tak
adil, padahal khan seperti kata Padi Semuaaaaa tak samaaaaa.
Saya akan setuju dengan arti “cinta gag bisa ngasih
lu makan”, kalau yang jadi patokan adalah tregedi romansa saat pria melamar
wanita dengan kata surga “Saya bawa cinta” lalu kenyataannya dia membiarkan
wanitanya berjuang sendiri demi keluarga sementara si pria sibuk molor dirumah,
itu bukan cinta… itu kampret… Catat!!!. Atau romansa lain yang bercerita saat
salah satu individu saja yang berjuang demi harapan, sementara yang lain milih
diem sambil bertahan dalam “kemalasan” atas nama C.I.N.T.A.
Saya juga setuju, urusan Cinta gag bakal semudah
iklan minuman berenergi yang taglinenya “Bisaaa” itu. Pernah nonton iklannya?.
Adegannya kurang lebih begini, sang cowok sedang makan mala, sama keluarga
besar ceweknya yang kurang bershabat. Tiba-tiba dengan tegas orang tua si cewek
yang mirip Landlord dan Landlady-nya Kungfu
Hustle, bertanya “Kamu bawa apa”, setelah menahan keringat dingin dan mendapat
ilham dari minuman berenergi , si cowok menjawab dengan tidak kalah dramatis
“Cuman bawa cinta” scene berikutnya muncul merpati entah dari
mana lengkap dengan French kiss dan sambutan hangat dari
saudaranya.
Urusan cinta tidak bakal sesimpel itu. Saya malah
curiga apakah saat adegan itu mereka sedang fly karena over
dosis sacharine.
Berarti cinta itu cukup dong?
Seharusnya iya kalau atas nama cinta seseorang
berjuang demi tujuan hidup demi masa depan dan demi harapan. Kecuali mereka
para kampret yang bawa-bawa nama cinta tapi masih saja merusak esensi
sebenarnya. Kog jadi serius yah?!.
Pilah pilihlah, dan nilai lebih teliti kedalam dua
point yang saya sebut tadi, kasihan mereka-mereka yang berjuang atas nama cinta.
Tiap orang punya hak buat memberi esensi tentang
arti kata Cinta. Mereka yang bilang “makan tuch cinta” akan tetap ada, sama
halnya dengan (para kampret) yang mengatasnamakan cinta juga bakal tetap ada, saya
cuman mau berbagi dari sudut pandang saya tentang arti cinta.
Ahhh siapa saya punya hak memberi
pehaman tentang cinta mungkin benar kata Nunung Cs yang mengartikan cinta
sedemikian banyaknya. Karena tiap manusia punya hak mengartikannya.
Cinta… ini membunuhku
Cinta… ini C.I.N.T.A
Cinta… Sahabat jadi cinta
Cinta… Cintaku bukan cinta biasa bila kau yang
memiliki
Cinta… Itu Laura
Cinta… Itu Fitri
Cinta… Cinta juga Kuya
Cinta… Ada apa dengan Cinta
Cinta… Cinta…Cinta… Cinta gubuk derita
Cinta… Cinta…Cinta… Rekayasa cinta
Cinta… Cinta…Cinta… Bukan pengemis cinta
Cinta…
Cinta…Cinta… Persetan dengan cinta
Setelah perdebatan singkat malam tadi dengan
saudari nun jauh disana, saya merasa perlu memberi pemahaman (sok tau)
kepadanya tentang prespektif yang benar.
Entah sampai kapan perdebatan klasik itu
berlangsung, tapi setidaknya ijinkan saya memberikan pendapat saya tentang arti
cinta yang selalu diperdebatkan oleh sebagian besar manusia dimuka
bumi. Oh iya… Sebelumnya maafkan saya yang tidak terlalu
kompeten bercerita tentang point ini, point yang diperdebatkan bahkan lebih
lama dari pertempuran klasik atas nama cinta keluarga Capulet dan Montague.
Lalu saya teringat sama quotes ini. Iyah… saya lupa
siapa yang nulis ini, tapi quotes ini bener-bener jlebbb buat
yang masih teriak-teriak dan menyepelekan point ini.
Persetan dengan cinta! Cinta gag bisa kasih lu
makan…
Jika ibumu tidak cinta denganmu, ia sudah menjualmu
demi makanan
Orang-orang terkadang terjerumus dengan apatisme
berbunyi “Cinta gag bisa kasih lu makan”. Tapi lupa untuk mencerna lebih dalam
lagi arti dari point itu. Kita lebih sering menilai hal ini sepintas dan tak
adil, padahal khan seperti kata Padi Semuaaaaa tak samaaaaa.
Saya akan setuju dengan arti “cinta gag bisa ngasih
lu makan”, kalau yang jadi patokan adalah tregedi romansa saat pria melamar
wanita dengan kata surga “Saya bawa cinta” lalu kenyataannya dia membiarkan
wanitanya berjuang sendiri demi keluarga sementara si pria sibuk molor dirumah,
itu bukan cinta… itu kampret… Catat!!!. Atau romansa lain yang bercerita saat
salah satu individu saja yang berjuang demi harapan, sementara yang lain milih
diem sambil bertahan dalam “kemalasan” atas nama C.I.N.T.A.
Saya juga setuju, urusan Cinta gag bakal semudah
iklan minuman berenergi yang taglinenya “Bisaaa” itu. Pernah nonton iklannya?.
Adegannya kurang lebih begini, sang cowok sedang makan mala, sama keluarga
besar ceweknya yang kurang bershabat. Tiba-tiba dengan tegas orang tua si cewek
yang mirip Landlord dan Landlady-nya Kungfu
Hustle, bertanya “Kamu bawa apa”, setelah menahan keringat dingin dan mendapat
ilham dari minuman berenergi , si cowok menjawab dengan tidak kalah dramatis “Cuman
bawa cinta” scene berikutnya muncul merpati entah dari mana
lengkap dengan French kiss dan sambutan hangat dari saudaranya.
Urusan cinta tidak bakal sesimpel itu. Saya malah
curiga apakah saat adegan itu mereka sedang fly karena over
dosis sacharine.
Berarti cinta itu cukup dong?
Seharusnya iya kalau atas nama cinta seseorang
berjuang demi tujuan hidup demi masa depan dan demi harapan. Kecuali mereka
para kampret yang bawa-bawa nama cinta tapi masih saja merusak esensi
sebenarnya. Kog jadi serius yah?!.
Pilah pilihlah, dan nilai lebih teliti kedalam dua
point yang saya sebut tadi, kasihan mereka-mereka yang berjuang atas nama cinta.
Tiap orang punya hak buat memberi esensi tentang
arti kata Cinta. Mereka yang bilang “makan tuch cinta” akan tetap ada, sama
halnya dengan (para kampret) yang mengatasnamakan cinta juga bakal tetap ada,
saya cuman mau berbagi dari sudut pandang saya tentang arti cinta.
Ahhh siapa saya punya hak memberi
pehaman tentang cinta mungkin benar kata Nunung Cs yang mengartikan cinta
sedemikian banyaknya. Karena tiap manusia punya hak mengartikannya.
Cinta… ini membunuhku
Cinta… ini C.I.N.T.A
Cinta… Sahabat jadi cinta
Cinta… Cintaku bukan cinta biasa bila kau yang
memiliki
Cinta… Itu Laura
Cinta… Itu Fitri
Cinta… Cinta juga Kuya
Cinta… Ada apa dengan Cinta
Cinta… Cinta…Cinta… Cinta gubuk derita
Cinta… Cinta…Cinta… Rekayasa cinta
Cinta… Cinta…Cinta… Bukan pengemis cinta
Cinta…
Cinta…Cinta… Persetan dengan cinta