![]() |
| image takken from http://www.wallpaperfo.com/Abstract/3D/black_red_quotes_typography_textures_smiles_3d_abstract_1920x1200_wallpaper_1254 |
Al-Kalaf…
Kapan terakhir kali kita mengucapkan kata rela, ikhlas,
legawa dengan sebegitu tenangnya. Untuk sebagian manusia keras kepala
seperti-ku, pasti itu jawaban yang terlalu susah, karena mungkin sudah
dilakukan dalam waktu yang terlalu lama. Sebegitu tenangnya? Rasanya tidak
mungkin, karena merelakan melepas dan “legawa” adalah “awal” dari membasuh
luka, bukan begitu?.
Saat terluka kita belajar menjadi sesungguh-sungguhnya
manusia, lewat “legawa” kita pun belajar hal yang sama. Kita belajar menjadi
manusia yang paripurna, disaat kita bisa melepas resah... merelakan...
Al-Kalaf...
Hidup itu, sudah ditata sedemikian hebatnya, kita tinggal
menjalani, melepas dan merelakan saja, "legawa". Segala urusan hidup
dan menghidupi sudah disusun dalam sebuah rumus maha dhasyat, tentang menanam
dan menuai. Apa yang akan terjadi adalah buah dari variabel apa yang kita
masukan kedalam susunan rumus bernama hidup.
Al-Kalaf…
Saat tersakiti, jujurlah lepaslah semua walaupun mungkin
akan terasa berat, tapi setelahnya kita tak perlu lagi “merawat luka dan
memupuk dendam”.
Berhentilah menangis, Berdamailah dengan harapan, ingat
kita pun berhak untuk bahagia.
Legawa...
Fa che piova...
Fa che il cielo mi lavi il dolor
Fa che piova...
che sia la pace il nome d'amor
Luciano Pavarotti feat Bon Jovi - Let It Rain
Surabaya 19 September menjelang terang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar