Kamis, 08 Oktober 2015

Let It...


image takken from http://www.wallpaperfo.com/Abstract/3D/black_red_quotes_typography_textures_smiles_3d_abstract_1920x1200_wallpaper_1254

Al-Kalaf…

Kapan terakhir kali kita mengucapkan kata rela, ikhlas, legawa dengan sebegitu tenangnya. Untuk sebagian manusia keras kepala seperti-ku, pasti itu jawaban yang terlalu susah, karena mungkin sudah dilakukan dalam waktu yang terlalu lama. Sebegitu tenangnya? Rasanya tidak mungkin, karena merelakan melepas dan “legawa” adalah “awal” dari membasuh luka, bukan begitu?.

Saat terluka kita belajar menjadi sesungguh-sungguhnya manusia, lewat “legawa” kita pun belajar hal yang sama. Kita belajar menjadi manusia yang paripurna, disaat kita bisa melepas resah... merelakan...

Al-Kalaf...

Hidup itu, sudah ditata sedemikian hebatnya, kita tinggal menjalani, melepas dan merelakan saja, "legawa". Segala urusan hidup dan menghidupi sudah disusun dalam sebuah rumus maha dhasyat, tentang menanam dan menuai. Apa yang akan terjadi adalah buah dari variabel apa yang kita masukan kedalam susunan rumus bernama hidup.

Al-Kalaf…

Saat tersakiti, jujurlah lepaslah semua walaupun mungkin akan terasa berat, tapi setelahnya kita tak perlu lagi “merawat luka dan memupuk dendam”.
Berhentilah menangis, Berdamailah dengan harapan, ingat kita pun berhak untuk bahagia.

Legawa...

Fa che piova...
Fa che il cielo mi lavi il dolor
Fa che piova...
che sia la pace il nome d'amor

Luciano Pavarotti feat Bon Jovi - Let It Rain


Surabaya 19 September menjelang terang 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC; more resources at BlogXpertise