Kamis, 08 Oktober 2015

Bapak...

Selalu dimulai dengan percakapan...

"Bagaimana rencana kedepan?"

Setelah sebelumnya segala urusan tentang kerja dsb dsb dsb "rencana masa depan" yang dia tanyakan mulai meluas, tentang hidup tentang menjadi laki-laki sempurna .

Kemarin dia menempuh dua jam perjalanan untuk sekedar menemani kebiasaan ngopi siangku dikantor yang sedang aku datangi untuk urusan pekerjaan, sambil selalu diingatkan, "Darah rendah obat utamanya bukan itu” (kebetulan aku sedang berdinas di kota yang jaraknya hanya dua jam perjalanan dari rumah kami di Cianjur). Kami bercerita banyak hal sebagai sesama laki-laki dewasa,  sambil memamerkan hasil kebunnya, yang kadang membuatku kerepotan membawa oleh-olehnya yang lebih mirip seserahan  "pesta hasil bumi" itu (talas, buah, beras), karena barang sebanyak itu harus kubawa di kabin pesawat.

Kami tak pernah berpelukan hangat seperti anak dan bapak biasanya. Di hari wiusdaku dia cukup memberikan salam dengan setengah bergetar. Saat pertama kali bertemu di sela-sela perjalanan dinas kantorku, dia cukup menyalamiku dengan sejuta binar kebanggaan, tak peduli aku baru saja memulai karir dan tak peduli bill makan siang kami waktu itu masih menjadi tanggung jawabnya, sembari bertanya bagaimana nasib ponsel pintar pertamaku yang dia belikan untuk hadiah "first job" (handphone pembeliannya lebih sering bernasib sial ditanganku jika tidak hilang rusak, kecuali ini). Dan... Tetap tanpa pelukan.

Tapi diantara segala keterbatasannya menunjukan ekspresi sayang "memeluk, mencium dsb dsb", aku yakin ditiap doanya, dia memelukku erat sambil menciumku seperti bayi laki-lakinya yang dia gendong pertama kali 26 tahun lalu.

Dengan segala rasa canggung yang biasanya, ijinkan aku katakan sesuatu pak...

"Oceph sayang sama bapak"...

Surabaya 22 Oktober Menjelang Terang





Ini foto yang diambil beberapa tahun lalu, kami jarang berfoto bersama karena beliau sangat susah diajak selfie, ditambah lagi percakapan kami siang itu adalah di kantin kantor yang penuh dengan tenaga TKL, akhirnya karena sama-sama perlu menjaga image, tidak ada foto-foto siang itu :).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC; more resources at BlogXpertise