Thanks God Pemilihan presiden tahun ini berdekatan
dengan masa-masa pesta akbar bernama Piala Dunia.
Kenapa saya begitu bersyukur, well… let me
tell you saya bakal tidak terlalu sering membaca twit dan post
"primitif" saling menjatuhkan dari mereka yang (sok) mengerti politik
atau mereka yang mengerti ataupun mereka yang punya tugas mensetting negative
campaign, black campaign sampai black and white
campaign. Heal yeah!!!.
Memang tidak terlalu signifikan “redam”nya tapi
setidaknya cerita tentang bagaimana calon nomer dua itu memenenangkan debat
periode satu dan bagaimana calon nomor satu itu akan membalas di periode
berikutnya agak sedikit tersamarkan dengan komentar sepakbola.
Tinggalkan sejenak nomer satu atau nomer dua itu,
sesungguhnya akan lebih tertarik mendengar debat ulasan strategi saat Catenacio bertemu Kick
And Rush ataupun strategi Tottal Footbal yang harus
beradu dengan versi modernnya, Tiki-taka, diawal-awal
kompetisi (iya dua pertandingan tim besar itu sudah tersaji diawal).
Lalu lupakan sejenak kalimat-kalimat kontroversi
dari dua kutub politik itu, sesungguhnya psywar sebelum
pertandingan akan terdengar seperti khotbah surgawi ketimbang psywar politik
itu, ahhhh andaikan Mourinho ataupun Benitez turut serta di
edisi Piala dunia kali ini, tapi tak apa nama Van Gaal ataupun Scolari, juga
sudah cukup.
Kalau sudah begini mereka yang (sok) mengerti
politik atau mereka yang memang mengerti khan juga agak susah menjelek2an salah
satu pasangan calon. Memperhatikan gaya rambut Ronaldo pasti akan terlihat
lebih menarik ketimbang membahas pakaian yang akan dipakai bapak nomer satu
atau dua tadi. Saya pribadi akan lebih tertarik memperhatikan desain Bus yang
akan dipakai tim nasional suatu negara, ketimbang si A naik Lexus dan
si B naik Becak.
Tapi seperti kata Optimus Prime di sekuel ketiga
Transformernya,
“Dalam setiap perang Akan ada ketenangan
diantara badai”
Diantara dilematika perang Pesta, Piala Dunia dan Pesta Rakyat aka ada jalan tengah dan kebahagian yang menjembatani dua pesta tadi. Terbayang sudah malam-malam selama piala dunia bakal jadi malam yang indah bagi mereka para penjudi bola, saya jamin mereka akan mendapat tambahan untuk "masang". Juga tak tak apalah sekali dua kali calon yang sedang bertarung tadi muncul dilayar televisi menjadi pundit yang mengulas gaya bermain Neymar atau Messi. Beli hak siar mahal tauk, khan perlu juga untuk mendongkrak ratting. Toh saya juga tidak begitu peduli jika nanti pasangan nomer urut satu atau dua tadi perlu menyewa pakar bola supaya keliahatan hype di televisi.
Diantara dilematika perang Pesta, Piala Dunia dan Pesta Rakyat aka ada jalan tengah dan kebahagian yang menjembatani dua pesta tadi. Terbayang sudah malam-malam selama piala dunia bakal jadi malam yang indah bagi mereka para penjudi bola, saya jamin mereka akan mendapat tambahan untuk "masang". Juga tak tak apalah sekali dua kali calon yang sedang bertarung tadi muncul dilayar televisi menjadi pundit yang mengulas gaya bermain Neymar atau Messi. Beli hak siar mahal tauk, khan perlu juga untuk mendongkrak ratting. Toh saya juga tidak begitu peduli jika nanti pasangan nomer urut satu atau dua tadi perlu menyewa pakar bola supaya keliahatan hype di televisi.
Mungkin saya lebih milih
Masak air untuk meneyeduh kopi instant atau mie instant atau update informasi via
internet saat diawal pertandingan, jeda babak ataupun akhir pertandingan mereka
mengkomentari laga.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar