Berdirinya
bangsa ini tidak lepas dari sumbangsih para pemuda, kalau saja Jong Java, Jong
Ambon Jong Sumatranen Bond, Pelajar Minahasa, dan Sekar Roekoen tidak kongkow-kongkow, ngopi-ngopi dan ngudut
bareng di tanggal 28 Oktober 1928, maka sampai sekarang, bukan tidak
mungkin persatuan dan kesatuan hanyalah dongeng belaka. makwow banget yah lead
saya, yah supaya terlihat intelektual sedikit lah.
Tahun ini
Bangsa kita tercinta akan merayakan kita merayakan Ulang Tahun Sumpah Pemuda
yang ke 87. Luar Biasa sekali bukan, kongkow-kongkow,
ngopi-ngopi dan ngudut bareng di tanggal 28 Oktober 1928, menghasilkan
sebuah tonggak sejarah. Hey kalian para kongkowers, cobalah menghasilkan
sesuatu selain cengegsan ngobrol nikahan Glenn Alienskie dan Chelsea Olivia
sampai hidup orang sekitar yang menurut
sampeyan-sampeyan “perlu dibahas dan dibenahi”. Yahhh mungkin sampeyan
merasa lebih baik dari mereka, seolah-olah sampeyan ciptaan Tuhan yang paling
mulia, sementara mereka (yang digosipkan) hanyalah sekumpulan Homo Sapiens
dengan proses metamorfosa tidak
maksimal. Tapi yah mau apa lagi sich, kongkow-kongkow sambil ngegosipin yah
dilindungi UUD juga sich, gag percaya coba baca UUD 1945 pasal 28 ayat E ayat 3, kalau
gag tau isinya yah sudah saya turut berduka saja.
Sebagai
pemuda harapan bangsa yang selalu gelisah akan keberlangsungan bangsa
Indonesia, saya ingin sekali turut serta membagikan sesuatu untuk ikut serta
merayakan Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober besok. Tetapi mengingat saya tidak
kapabel berbicara soal kebangsaan dan cerita
tentang Negara yang gemah ripa loh jinawi
ini, maka anggap saja cerita saya sekedar guyu-guyuan
yang gag penting-penting ametlah. Jika kebetulan baik untuk dijalankan,
jalankan tapi jika tidak yah moga-moga mau tetap dijalankan sembari berdoa
semoga setelah menjalankan saran-saran saya, sampeyan tidak menjadi mudarat.
Jika
sebelumnya saya hanya menulis kemudian disambung-sambungkan dengan Sumpah
Pemuda, maka sekarang saya khusus menulis benar-benar untuk menyambut Sumpah
Pemuda. Ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai manusia Indonesia yang
hendak turut serta dalam revolusi mental (jiwa), dan tidak ingin menjadi oknum
yang turut serta mensabotasenya menjadi revolusi mental (terpelanting).
Ditulisan sebelumnya saya menyuarakan kegundahan
dari orang yang menyaksikan fenomena "ikut-ikutan rame" yang sedang hitz dikalangan muda, nah sekarang ijinkan saya berlaku adil untuk memahami sudut
pandang dari golongan pemuda yang melakukan hal itu. Biar bagaimanapun toh
saya juga Rakyat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, dan
sudah sepantasnya dan selayaknya turut serta mengamalkan Pancasila terutama
sila ke 5 dalam kasus ini.
Saya
kemaren menulis tentang bagaimana Miljenko Matijevic bernyanyi dengan nada
getir untuk matinya idealisme kaum muda, dengan fenomena ikut-ikutan rame. Tapi untuk sekarang, mengingat kebutuhan terlihat keren jauh lebih primer daripada sok
“ilmuis” memberi pandangan tentang idelalisme, biarkan dulu ia melanjutkan
lagunya sampai selesai, lalu jika sudah selesai biarkan saja playlist itu
berluang-ulang terus sampai Windows Media Player-nya eneg, dan entah dari mana keluar
suara “Genti woyyy lagunya, bosennnnnn”.
Akhirnya saya
sampai pada perenungan, bahwa tidaklah adil jika saya hanya menjudge
sebagai pengamat saja, tentunya lebih fair jika segala sesuatunya dipandang
dari dua sisi, dan sekali lagi sudah selayaknya saya juga memahami isi hati
dari para pelakunya. Oleh karena itu, karena didorong oleh niat yang adiluhung
dalam berlaku adil, maka saya coba membahasnya
dan coba
menunjukan hal yang menguntungkan dari dari fenomena-fenomena ini. Masalah
mudarat atau tidak, seperti yang saya singgung diatas yah, nanti kita pikirkan
lagi saja-lah, saat ini lebih mendesak “terlihat keren” ketimbang berbicara
soal itu.
Kalau ada
yang bertanya kenapa masih tanggal segini tapi saya sudah menuliskannya,
alasannya ada dua. Pertama supaya yang membaca punya waktu lebih dari cukup
untuk mengejar point-point yang akan saya sampaikan ini sebelum Sumpah Pemuda, kedua Sumpah Pemuda
jatuh tepat diakhir bulan, saat itu fokus saya sudah terpecah antara berpikir
kritis atau berpikir bagaimana gaji saya cukup sampai kabar gembira “saldo
bertambah” muncul diponsel saya.
Berikut
ini saya rangkumkan beberapa hal yang bisa dilakukan agar Sumpah Pemuda kali
ini cukup berkesan bagi sampeyan semua, agar prestise diri dapat terjaga dengan konsisten dan maksimal. Yah
moga-moga cukup lah yah. Jika semua ini tidak terlihat afdol, yah maafkan saya
hanya mencoba menggali lebih dalam cara berpikir para hipster, yang sesungguhnya tidak bisa saya pahami.
1. Pilih Gerakan Muda Yang Keliatan Makwow
Mulailah bergabung dengan komunitas
yang memfasilitasi anggotanya untuk menyandang status “volunteer”, terutama
kegiatan yang sangat concern terhadap
isu-isu sensitif, Pendidikan, Alam, dan segala sesuatu yang sifatnya
kebangsaan. Percayalah kata volunteer itu terdengar keren. Masalah prinsipil
tentang esensinya, cukup jadi upil yang terlalu kecil buat dianggap penting,
yang penting hype dulu, masalah
isinya, nanti sajalah dipelajari atau tidak perlu dipelajari juga tidak apa-apa, terserah sampeyan sekalian.
Jangan lupa untuk mengambil sebanyak mungkin foto dengan alasan “dokumentasi kegiatan” tujuannya jelas menjaga konsistensi, dan sebagai media ekspresi diri serta pengakuan diri. Tanpa bukti dokumentasi, mana bisa sampeyan dicap keren. Ingat satu hal No Picture Hoax (even No Heart is Pathetic). Mau mulai dari mana jangan berpikir beratlah, sekarang komunitas-komunitas ini hampir pasti punya media sosial untuk menjalankan apa yang menjadi fokus gerakannya. Mudah khan, tidak perlu berpikir cerdas untuk melakukannya, sama seperti tidak perlu berpikir cerdas buat “Menggosipkan Orang”, baliiiii menehhhhhh cepppp.
Jangan lupa untuk mengambil sebanyak mungkin foto dengan alasan “dokumentasi kegiatan” tujuannya jelas menjaga konsistensi, dan sebagai media ekspresi diri serta pengakuan diri. Tanpa bukti dokumentasi, mana bisa sampeyan dicap keren. Ingat satu hal No Picture Hoax (even No Heart is Pathetic). Mau mulai dari mana jangan berpikir beratlah, sekarang komunitas-komunitas ini hampir pasti punya media sosial untuk menjalankan apa yang menjadi fokus gerakannya. Mudah khan, tidak perlu berpikir cerdas untuk melakukannya, sama seperti tidak perlu berpikir cerdas buat “Menggosipkan Orang”, baliiiii menehhhhhh cepppp.
2. Tulislah Tagar Bla-bla sebagai butki
bahwa kita peduli
Mumpung saat ini masih banyak
fenomena sosial yang masih memfasilitasi nafsu kita buat mengetik #SaveBlaBlaBla,
manfaatkanlah baik-baik. Tinggal pilih saja tema tertentu atau cerita-cerita
media yang membesar-besarkan kejadian dengan latar pluralisme. Kalau nanti
sudah tidak ada lagi sampeyan bakal kesulitan loh, karena satu point sudah
berkurang. Sebagai contoh khan tidak lucu kalau kita mengketikan #SAVEParis
saat tidak ada sesuatu yang perlu di save disana, kecuali menara Eiffel sudah
mulai mengalami korosi, atau ujungnya jadi hilang karena dipakai
George Cloney, Britt Robertson dan Raffey Cassidy pergi ke Tomorrowland, uopooooohhhh
Sekali lagi tidak perlu
peduli-peduli, atau ngerti-ngerti ametlah, yang penting berikan kesan mengerti dan peduli. Tidak perlu dengan bijak memahami tujuan baik yang bisa
didapat dari aksi ini. Cukup buka status media sosial masing-masing dan
mengetik #SaveBlaBlaBla, jangan lupa tambahkan sedikit kalimat-kalimat yang
membakar semangat kepedulian, atau kalau terlalu susah link-kan saja beberapa
situs media yang membahas itu, lakukanlah dengan sepenuh hati lalu
perhatikan apa yang akan terjadi.
3. Gabung-gabungkan antara Ketuhanan
dengan Kebangsaan dan Berdoalah di Media Sosial.
Lewat
hari Sumpah Pemuda semoga Tuhan mengetuk hati para pemuda agar masa depan
bangsa menjadi lebih baik. Yah tulislah post-post sejenislah
di akun FB, Path atau Twitter, tentu dengan fasilitas twitlonger atau akun-akun
twitter yang bisa memfasilitasi tulisan lebih dari 140 karakter. Saran saya,
apapun kalimatnya sampeyan harus tetap memakai kata Tuhan dan Indonesia sebagai
kunci, kedua kata ini kombinasi yang maksimal agar ketenaran menjadi
keniscayaan. Anak manusia mana yang tidak dicintai lawan maupun sesama jenis,
jika taat ibadah dan berjiwa nasionalis tinggi.
Dalam sudut pandang ilmuis saya dan pengamatan saya, berdoa
di media sosial lebih dari cukup menunjukan betapa kecenya kita, apalagi jika
doa tersebut menyinggung fenomena-fenomena yang hangat. Pak Beye aja berdoa di
twitter kog, masak sampeyan tidak mau ikut-ikutan. Untuk point ini sesekali sering saya lakukan, jatuhnya bukan doa sich, hanya sok-sokan puitis, yang saya namai "doa" biar kelihatan romantis. Saya sendiri tidak pandai merangkai kata-kata khusyuk buat Tuhan di media sosial. Kalau sampeyan sudah
melakukan point nomer satu maka akan lebih makwow lagi jika kegiatan-kegiatan
itu didoakan lewat media sosial sekali lagi jangan lupa tambahkan kata “Tuhan”
dan “Bangsa” atau “Indonesia”, saya jamin like, RT, atau Repath hanya menunggu
waktu.
4. Pakailah Media Sosial dengan
maksimal
Seperti yang sudah saya singgung
sedikit hampir ditiap point diatas, sampeyan harus mahir memakai media sosial
sebagai sarana promosi diri. Pahami waktu-waktu yang tepat untuk ngepost foto
atau doa seperti yang saya tuliskan tadi. Jangan ngepost dijam-jam pengguna
media sosial lagi seneng-senengnya mengumpat bos mereka di kantor atau sedang
sibuk memposting Nasi Kucing via media sosial. Begini logikanya, saat sesorang
perlu diperhatikan mana mau dia sibuk-sibuk memperhatikan sampeyan, yang juga butuh
perhatian.
Kalau sampeyan-sampeyan masih tidak
punya media sosial, atau media sosial sampeyan mentok di era friendster, yah
sudahlah sampeyan semua percuma baca point-point yang sudah saya tuliskan
diatas, tujuan sampeyan terlihat keren jelas sudah tidak tertolong. Mulai
sekarang pergilah ke warnet terdekat dan minta tolong OP Warnet membantu
membuatkan media sosial, banyak kog OP warnet yang mau.
5. Carilah Pacar
Mblo mulailah nyari pacar mblo, gag usah mikir susah mencari pacar yang sempurna semua bisa dimulai dengan mengembat gebetan orang, pacar orang atau istri orang (percayalah jika istri orang berhasil anda rebut, kece anda akan dikalikan dalam satuan kubik). Keempat point diatas, jika dikombinasikan dengan “punya pacar” maka lengkaplah sudah hidup sampeyan sebagai Pemuda dan Pemudi Harapan Bangsa. Mulailah posting tulisan-tulisan “Jika diijinkan oleh Negara maka aku akan menambahkan satu lagi sumpah kedalam sumpah pemuda, Saya Pemuda dan Pemudi Indonesia berjanji, akan selalu menjaga hati pasangan masing-masing, dengan tulus dan ikhlas”, nah kurang makwow apa lagi.
Mblo mulailah nyari pacar mblo, gag usah mikir susah mencari pacar yang sempurna semua bisa dimulai dengan mengembat gebetan orang, pacar orang atau istri orang (percayalah jika istri orang berhasil anda rebut, kece anda akan dikalikan dalam satuan kubik). Keempat point diatas, jika dikombinasikan dengan “punya pacar” maka lengkaplah sudah hidup sampeyan sebagai Pemuda dan Pemudi Harapan Bangsa. Mulailah posting tulisan-tulisan “Jika diijinkan oleh Negara maka aku akan menambahkan satu lagi sumpah kedalam sumpah pemuda, Saya Pemuda dan Pemudi Indonesia berjanji, akan selalu menjaga hati pasangan masing-masing, dengan tulus dan ikhlas”, nah kurang makwow apa lagi.
Yah demikian
kelima point yang saya coba rangkumkan Oh iya Kelima poin diatas saya tulis berdasarkan observasi ngawur saya sebagai manusia kebanyakan gaya yang teramat perlu piknik. Jangan berharap saya melakukan kajian teoritis dan pengujian sampling dengan maksimal, lha wong waton njeplak e. Bagaimana dengan nilai positif yang bisa didapat dengan melakukan ini? yah jelas
tidak ada. Salah sampeyan sendiri kalau akhirnya mau niru, hahahahahaha. Saya sendiri sudah mencoba memahami fenomena ini lebih dalam dari sudut pandang berlawanan dari pemikiran saya sebelumnya, dan semakin saya mencoba semakin bingunglah saya
Saat
ini saya juga butuh terlihat keren, tapi saya gag cukup mahir buat memakai saran yang saya tulis
sendiri, biar saya pakai style saya sendiri aja lah. Ahhhhh dasar pria tak bertangung jawab, bennn...
Salam...
Teruntuk
Pemuda dan Pemudi, dan Pemuda yang berniat menjadi Pemudi atau siapa sajalah yang berjiwa muda.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar