Sabtu, 17 Januari 2015

Curhat buat pak Jonan dari pejuang LDR





Selamat malam pak Jonan. Saya Joseph pak, saya yakin bapak tidak kenal sama saya, tapi anggap saja saya kenal sama bapak, dan begitu juga sebaliknya. Padahal jujur nih pak saya baru kenal sama bapak, karena waktu itu foto bapak mejeng di media sosial, sambil tidur ngedungkruk dikursi kereta api, waktu lebaran tahun kemarin. Jujur saya salut sama kinerja bapak,  suerrr ini bukan sindiran. Waktu itu saya banyak share tentang foto-foto dan membagikannya lewat media sosial, saya juga banyak bercerita tentang bapak kepada kerabat dan banyak mencari artikel tentang bapak.

Saya bangga dengan kinerja bapak, dan waktu tau bapak masuk kedalam kabinet "Kerja"nya pak Jokowi, semakin banggalah saya. Seolah-olah saya punya sumbangsih, sampai bapak bisa berkarya sejauh ini. Padahal yah pak, saya tidak secara langsung memberikan sumbangsih. Pak Jokowi yang memilih bapak saja, tidak sempat saya pilih karena keburu diusir petugas TPS. Waktu itu saya terlalu ribut minta diijinkan memakai hak suara, padahal surat pengantar saya beda provinsi.

Ahhh saya mulai ngelantur bapak. Walaupun sepanjang curhat ini akan terdengar seperti orang ngelantur, tapi sejujurnya curhat ini saya tulis dengan keadaan sadar sepenuhnya.

Sejak mendengar bapak marah-marah, eh... maksudnya bernada tinggi di salah satu maskapai dan berujung akan dihapusnya LCC di Indonesia, saya merasa sedikit kecewa bapak. Bagaimana tidak bapak, status saya saat ini, selain idola mertua harapan bangsa, tersemat juga status sebagai salah satu pejuang hubungan jarak jauh. Status yang sekarang semakin beken karena dinyanyikan sama Raisa. Raisa pak... Pacarnya Tulus, yang nyanyi lagu sepatu. Dulu dia pacaran sama Keenan Pearce, saudaranya Pevita Pearce. Astagaaaaahhh... Saya malah ngajak bapak buat bergosip, maaf bapak.

Begini bapak dengan adanya keputusan ini, saya perlu berjuang ekstra untuk mengumpulkan rupiah demi pelukan hangat istri masa depan saya, yang tidak bisa tiap saat saya dapat. Untungnya sih bapak, calon istri masa depan saya, sangat dewasa. Dia tidak menuntut sering dikunjungi, dia pasti jugawas-was mengijinkan saya sering-sering ketemu, saat tau keadaan airlines berlabel LCC yang banyak diberitakan sekarang ini, semengerikan itu. Entah lebay atau memang sekedar fakta belaka, dia tetap saja was-was. Iya khan sayang.

Jauh dilubuk hati kecil, saya sebenarnya mendukung bapak (walaupun ada kecewa juga diseparuh hati lainya). Saya tau betapa mahalnya harga keselamatan, tapi sayang bapak beberapa sahabat saya dan saudara-saudara kita banyak yang kecewa  dan terlalu keras kepala sehingga menyuarakannya lewat protes dan hinaan atau makian di media sosial.

Kita hidup ditempat dimana murah tapi enak (malah kalau perlu gratis), masih menjadi dambaan setiap orang.  Coba bapak perhatikan, midnight sale. Disaat kasur terasa menggoda, masih banyak orang yang rela perang ngubek-ngubek baju. Saya sendiri pernah menyaksikan live betapa kalapnya mamak-mamak paruh baya dan remaja, menjadi buas saat melihat harga murah. Oh iya... Jangan salah sangka, waktu itu saya tidak ikut bapak. Saya baru saja pulang nonton film di mall bapak.

Mau contoh lainya bapak coba bapak buka video youtube saat ibu risma ngamuk -ngamuk, karena taman bungkul rusak saat si "Singa" bagi-bagi eskrim gratisan. Itu juga karena label gratis itu tadi bapak.

Contoh mental gratisan lainya, tidak perlu saya ceritakan bapak. Bapak punya cv lebih mentereng menjadi direktur dan pastinya bapak sudah kenyang bertemu dengan berjuta karakteristik lucu orang-orang di negri ini. Bapak  pernah menertibkan orang-orang yang rela menantang maut saat duduk diatap kereta api serta sejuta contoh lainya. Saya yakin cerita-cerita aneh lainya yang tidak kalah lucu pernah bapak hadapi.

Memang lucu bapak, tapi yah sudahlah bapak, saya terlalu cinta dengan negri ini dan menganggap orang bermental gratisan seperti itu hanya sebagian kecil kelucuan di negri ini. Bapak pasti pernah tau Trio Kwek-Kwek salah satu lirik lagunya pernah bilang "Indonesia negriku, orangnya lucu-lucu".

Ahhhh sudahlah pak, lanjutkan saja kerja bapak, toh nanti kalau sudah jadi baik, mereka bakal sadar sendiri. Tapi sekarang biarlah mereka saling melontarkan lucu-lucuan di media sosial tentang tindak-tanduk bapak. Bagaimana tidak lucu bapak. Begini, saya punya teman yang ribut karena. Katanya bapak hanya lulusan ekonomi yang dulu hanya mengurusi kereta. Tanggung jawab yang bapak jalani sekarang terlalu besar, karena harus ngurusi yang terbang. Tapi bapak teman saya ini yah kuliah tentang penerbangan saja tidak. Oh iya sebagai informasi tambahan dia juga lulusan Akutansi seperti bapak. Saya sendiri merasa lucu membayangkan banyak sekali orang yang sekarang jadi rajin mengupdate berita sore dan bergidik ngeri akan keadaan pesawat LCC tapi yah tetap protes saat LCC akan dihapuskan.

Nanti andaikan surat ini bapak baca. Mohon dimengerti, saya bukan haters, saya cuman mau membagi pemikiran yang syukur-syukur didengarkan. Saya mau cerita betapa saya berpikir keras supaya bisa kerja lebih maksimal mengumpulkan rupiah demi pelukan hangat dari calon istri masa depan saya. Akhirnya ditengah kegalauan, saya mencoba mengerti keputusan bapak. Karena dengan keputusan itu  bapak memancing saya supaya lebih kreatif dan lebih maksimal untuk bekerja.

Nantinya saat saya mendapatkan pelukan hangat dari calon istri masa depan saya, saya merasa puas berhasil memperjuangkannya dengan sepenuh hati dan segenap akal budi. Selain itu perjuangan saya pasti bakal mendapat apresiasi yang baik dari calon mertua masa depan saya. Saya yakin pelukan hangat saya itu akan penuh syukur. Ahhhh saya jadi  curhat tentang kisah cinta saya.

Yah andaikan sahabat-sahabat saya mau sedikit berpikir lebih bijak. Bahwa situasi ini seharusnya dijawab bukan dengan makian. Kecewa boleh, tapi kalau ditanggapi dengan cara agak sedikit bar-bar dengan makian dimedia sosial, yah masa iya begitu dianggap menyuarakan hati rakyat.

Dengan adanya keputusan ini, buat yang LDRan seperti saya, berarti berjuang lebih maksimal. Buat para penggiat traveling berarti harus bisa lebih maksimal saat merencanakan liburan. Nantinya para trveler akan berjuang mantengi situs tiket murah di layar komputer. Saya yakin dengan perjuangan yang maksimal, untuk merencanakan liburan, segalanya akan terasa jauh lebih khusyuk dan berkesan.

Saya juga percaya, nantinya persaingan  dunia penerbangan akan lebih kompetitif dan akhirnya muncul harga murah yang aman. Saya tidak tau bagaimana gambaran bisnisnya, saya lulusan ekonomi dengan kegagapan super payah saat berbicara tentang ekonomi bisnis. Gelar sarjana saya saja, harusdi perjuangkan 7 tahun. Tapi sebagaimana saya diajarkan supaya berpositif thinking saat kuliah, bahwa kuliah pasti berakhir saya percaya pasti akan ada jalan keluar lain yang lebih baik

Intinya saya cuman mau cerita, benar ada banyak dampak ekonomi yang akan bermasalah saat keputusan ini dikeluarkan. Bagaimana sektor pariwisata yang bakal mengalami penurunan. Tapi saya tidak sampai hati kalau harus bersuara dengan memaki, di media sosial pula. Saya pernah punya kenalan pengerajin gitar, yang justru bisa survive dengan berusaha sendiri, saat dampak krisis 98 bener-bener meluluhlantakan karirnya sebagai karyawan kantoran. Pointnya adalah, kadang keterbatasan justru memancing seseorang buat berpikir kreatif, dan malah memnjadi berkat buat banyak orang.

Sudahlah bapak saya nulis ini saja pasti banyak yang bakal ribut dan protes, tapi yah beginilah saya bapak, mending menulis dan menyuarakan uneg-uneg saya ketimbang sibuk memaki.  Ahhh saya lupa bapak kita ini khan hanya sekumpulan orang lucu yang memilih memaki ketimbang mencari solusi.

Sekali lagi maafkan saya yah bapak, kalau curhat ini terkesan ngelantur dan juga tidak disertai dengan pemikiran logis atau berdasarkan kajian studi kasus yang mumpuni, lah niatnya cuman buat curhat e. Kalau bapak sempat baca yah syukur, kalau tidak (dan sepertinya tidak), yah sudah. Bapak juga pasti terlalu sibuk mengurusi banyak kerjaan.

Sudah yah pak... Saya mau tidur dulu supaya lebih maksimal beristirahat, supaya maksimal kerjanya besok hari bapak. Supaya apa? ahhh bapak tau sendiri, harga tiket khan sudah mulai naik bapak.

Salam hangat pejuang LDR...

Surabaya 15 Januari 2015, waktu pak Jonan muncul di acara Mata Najwa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC; more resources at BlogXpertise