Selamat malam pak Jonan. Saya Joseph pak, saya yakin bapak
tidak kenal sama saya, tapi anggap saja saya kenal sama bapak, dan begitu juga
sebaliknya. Padahal jujur nih pak saya baru kenal sama bapak,
karena waktu itu foto bapak mejeng di media sosial, sambil tidur ngedungkruk dikursi
kereta api, waktu lebaran tahun kemarin. Jujur saya salut sama kinerja bapak,
suerrr ini bukan sindiran. Waktu itu saya banyak share
tentang foto-foto dan membagikannya lewat media sosial, saya juga banyak
bercerita tentang bapak kepada kerabat dan banyak mencari artikel tentang bapak.
Saya bangga dengan kinerja bapak, dan waktu tau bapak masuk
kedalam kabinet "Kerja"nya pak Jokowi, semakin banggalah saya.
Seolah-olah saya punya sumbangsih, sampai bapak bisa berkarya sejauh ini.
Padahal yah pak, saya tidak secara langsung memberikan sumbangsih. Pak Jokowi
yang memilih bapak saja, tidak sempat saya pilih karena keburu diusir petugas
TPS. Waktu itu saya terlalu ribut minta diijinkan memakai hak suara, padahal
surat pengantar saya beda provinsi.
Ahhh saya mulai
ngelantur bapak. Walaupun sepanjang curhat ini akan terdengar seperti orang
ngelantur, tapi sejujurnya curhat ini saya tulis dengan keadaan sadar
sepenuhnya.
Sejak mendengar bapak marah-marah, eh... maksudnya
bernada tinggi di salah satu maskapai dan berujung akan dihapusnya LCC di
Indonesia, saya merasa sedikit kecewa bapak. Bagaimana tidak bapak, status saya
saat ini, selain idola mertua harapan bangsa, tersemat juga status sebagai
salah satu pejuang hubungan jarak jauh. Status yang sekarang semakin beken
karena dinyanyikan sama Raisa. Raisa pak... Pacarnya Tulus, yang nyanyi lagu
sepatu. Dulu dia pacaran sama Keenan Pearce, saudaranya Pevita Pearce. Astagaaaaahhh... Saya
malah ngajak bapak buat bergosip, maaf bapak.
Begini bapak dengan adanya keputusan ini, saya perlu
berjuang ekstra untuk mengumpulkan rupiah demi pelukan hangat istri masa depan
saya, yang tidak bisa tiap saat saya dapat. Untungnya sih bapak, calon istri
masa depan saya, sangat dewasa. Dia tidak menuntut sering dikunjungi, dia pasti
jugawas-was mengijinkan saya sering-sering ketemu, saat tau
keadaan airlines berlabel LCC yang banyak diberitakan sekarang
ini, semengerikan itu. Entah lebay atau memang sekedar fakta belaka, dia tetap
saja was-was. Iya khan sayang.
Jauh dilubuk hati kecil, saya sebenarnya mendukung bapak
(walaupun ada kecewa juga diseparuh hati lainya). Saya tau betapa mahalnya
harga keselamatan, tapi sayang bapak beberapa sahabat saya dan saudara-saudara
kita banyak yang kecewa dan terlalu keras kepala sehingga menyuarakannya
lewat protes dan hinaan atau makian di media sosial.
Kita hidup ditempat dimana murah tapi enak (malah kalau
perlu gratis), masih menjadi dambaan setiap orang. Coba bapak
perhatikan, midnight sale. Disaat kasur terasa menggoda, masih
banyak orang yang rela perang ngubek-ngubek baju. Saya sendiri pernah
menyaksikan live betapa kalapnya mamak-mamak paruh baya dan
remaja, menjadi buas saat melihat harga murah. Oh iya... Jangan salah sangka,
waktu itu saya tidak ikut bapak. Saya baru saja pulang nonton film di mall
bapak.
Mau contoh lainya bapak coba bapak buka video youtube saat
ibu risma ngamuk -ngamuk, karena taman bungkul rusak saat si "Singa"
bagi-bagi eskrim gratisan. Itu juga karena label gratis itu tadi bapak.
Contoh mental gratisan lainya, tidak perlu saya ceritakan
bapak. Bapak punya cv lebih mentereng menjadi direktur dan pastinya bapak sudah
kenyang bertemu dengan berjuta karakteristik lucu orang-orang di negri ini.
Bapak pernah menertibkan orang-orang yang rela menantang maut saat duduk
diatap kereta api serta sejuta contoh lainya. Saya yakin cerita-cerita aneh
lainya yang tidak kalah lucu pernah bapak hadapi.
Memang lucu bapak, tapi yah sudahlah bapak, saya terlalu
cinta dengan negri ini dan menganggap orang bermental gratisan seperti itu
hanya sebagian kecil kelucuan di negri ini. Bapak pasti pernah tau Trio
Kwek-Kwek salah satu lirik lagunya pernah bilang "Indonesia negriku,
orangnya lucu-lucu".
Ahhhh sudahlah
pak, lanjutkan saja kerja bapak, toh nanti kalau sudah jadi baik, mereka bakal
sadar sendiri. Tapi sekarang biarlah mereka saling melontarkan lucu-lucuan di
media sosial tentang tindak-tanduk bapak. Bagaimana tidak lucu bapak. Begini,
saya punya teman yang ribut karena. Katanya bapak hanya lulusan ekonomi yang
dulu hanya mengurusi kereta. Tanggung jawab yang bapak jalani sekarang terlalu
besar, karena harus ngurusi yang terbang. Tapi bapak teman saya ini yah kuliah
tentang penerbangan saja tidak. Oh iya sebagai informasi tambahan dia juga
lulusan Akutansi seperti bapak. Saya sendiri merasa lucu membayangkan banyak
sekali orang yang sekarang jadi rajin mengupdate berita sore dan bergidik ngeri
akan keadaan pesawat LCC tapi yah tetap protes saat LCC akan dihapuskan.
Nanti andaikan surat ini bapak baca. Mohon dimengerti,
saya bukan haters, saya cuman mau membagi pemikiran yang
syukur-syukur didengarkan. Saya mau cerita betapa saya berpikir keras supaya
bisa kerja lebih maksimal mengumpulkan rupiah demi pelukan hangat dari calon
istri masa depan saya. Akhirnya ditengah kegalauan, saya mencoba mengerti
keputusan bapak. Karena dengan keputusan itu bapak memancing saya supaya
lebih kreatif dan lebih maksimal untuk bekerja.
Nantinya saat saya mendapatkan pelukan hangat dari calon
istri masa depan saya, saya merasa puas berhasil memperjuangkannya dengan
sepenuh hati dan segenap akal budi. Selain itu perjuangan saya pasti bakal
mendapat apresiasi yang baik dari calon mertua masa depan saya. Saya yakin
pelukan hangat saya itu akan penuh syukur. Ahhhh saya jadi
curhat tentang kisah cinta saya.
Yah andaikan sahabat-sahabat saya mau sedikit berpikir
lebih bijak. Bahwa situasi ini seharusnya dijawab bukan dengan makian. Kecewa
boleh, tapi kalau ditanggapi dengan cara agak sedikit bar-bar dengan
makian dimedia sosial, yah masa iya begitu dianggap menyuarakan hati rakyat.
Dengan adanya keputusan ini, buat yang LDRan seperti saya,
berarti berjuang lebih maksimal. Buat para penggiat traveling berarti harus
bisa lebih maksimal saat merencanakan liburan. Nantinya para trveler akan
berjuang mantengi situs tiket murah di layar komputer. Saya yakin dengan
perjuangan yang maksimal, untuk merencanakan liburan, segalanya akan terasa
jauh lebih khusyuk dan berkesan.
Saya juga percaya, nantinya persaingan dunia penerbangan
akan lebih kompetitif dan akhirnya muncul harga murah yang aman. Saya tidak tau
bagaimana gambaran bisnisnya, saya lulusan ekonomi dengan kegagapan super payah
saat berbicara tentang ekonomi bisnis. Gelar sarjana saya saja, harusdi
perjuangkan 7 tahun. Tapi sebagaimana saya diajarkan supaya berpositif thinking saat
kuliah, bahwa kuliah pasti berakhir saya percaya pasti akan ada jalan keluar
lain yang lebih baik
Intinya saya cuman mau cerita, benar ada banyak dampak
ekonomi yang akan bermasalah saat keputusan ini dikeluarkan. Bagaimana sektor
pariwisata yang bakal mengalami penurunan. Tapi saya tidak sampai hati kalau
harus bersuara dengan memaki, di media sosial pula. Saya pernah punya
kenalan pengerajin gitar, yang justru bisa survive dengan berusaha sendiri,
saat dampak krisis 98 bener-bener meluluhlantakan karirnya sebagai karyawan
kantoran. Pointnya adalah, kadang keterbatasan justru memancing seseorang buat
berpikir kreatif, dan malah memnjadi berkat buat banyak orang.
Sudahlah bapak saya nulis ini saja pasti banyak yang bakal
ribut dan protes, tapi yah beginilah saya bapak, mending menulis dan
menyuarakan uneg-uneg saya ketimbang sibuk memaki. Ahhh saya
lupa bapak kita ini khan hanya sekumpulan orang lucu yang memilih memaki
ketimbang mencari solusi.
Sekali lagi maafkan saya yah bapak, kalau curhat ini
terkesan ngelantur dan juga tidak disertai dengan pemikiran logis atau
berdasarkan kajian studi kasus yang mumpuni, lah niatnya cuman buat
curhat e. Kalau bapak sempat baca yah syukur, kalau tidak (dan
sepertinya tidak), yah sudah. Bapak juga pasti terlalu sibuk mengurusi banyak
kerjaan.
Sudah yah pak... Saya mau tidur dulu supaya lebih maksimal
beristirahat, supaya maksimal kerjanya besok hari bapak. Supaya apa? ahhh bapak
tau sendiri, harga tiket khan sudah mulai naik bapak.
Salam hangat pejuang LDR...
Surabaya 15 Januari 2015, waktu pak Jonan muncul di acara
Mata Najwa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar