Rabu, 07 Januari 2015

... (Lagi)

Bandara... Stasiun... Terminal...

Gambaran kecil tentang perpisahan...

Anak kecil yang memeluk erat sang ayah yang hendak melakukan perjalanan dinas, begitu juga istri yang memeluk suaminya, atau sepasang kekasih yang bergandengan tangan erat karena sama-sama tak ingin ditinggalkan. Ahhh... yang terkahir adalah gambaran tentang kita. Dan kita harus akrab dengan pemandangan ini. Aku teringat padamu sayang...

Tanggal 2 Agustus malam seusai mengantarmu pulang dan akhirnya memberanikan diri berbicara langsung ke pace dan mace, kutumpahkan segala sesak dikamar kaka anis. Air mata yang kujaga agar tidak lepas, sejak aku berada didalam angkot, akhirnya tak lagi malu-malu untuk mengalir deras. Kemudian... Pagi hari saat aku terbangun kutumpahkan lagi air mata dengan judul yang sama. Aku bisa apa selain mengekspresikannya dengan cara itu?.

Dibandara pagi itu, genggaman tanganmu lebih erat dari biasanya. Tatapan matamu lebih dalam dari sebelumnya, aku ingat kamu melepas kacamata entah dengan alasan apa. Ingat... kamu pernah bercerita, tanpa kacamata tatapanmu buram. Tapi aku tidak melihat tatapan kebingungan, akibat cahaya yang tidak fokus jatuh ke retina. Pagi itu aku melihat dengan jelas tatapan sayangmu yang teramat dalam.

Lalu segala cerita tentang pertemuan itu kita akhiri dengan kecupan kening diujung pintu keberangkatan dan tatapan saling merindukan. Cerita selanjutnya... kamu lebih mengerti tentang kesesakan yang aku hadapi. Maaf kalau aku menjadi egois karena merasa benar-benar rapuh, tanpa berusaha mengerti, diujung sana kamu-pun berusaha tegar menenangkan cengengku, sambil menahan sesak akan rindu yang sama.

Saat ini di salah satu kedai franchise DD, aku melihat pemandangan dengan judul perpisahan yang sama. Terlalu cengeng buat menangis, kuusap air mata yang hendak jatuh sembari meminum teh panas yang baru saja kupesan. Teh... bukan kopi.

Saat nanti pulang, saat kamu melewati jalan didepan Bandara DEO, berhentilah sebentar lalu doakan satu hal. Tentang sambutan telat (karena ketiduran) tentang tatapan rindu, tentang gandengan erat saat aku datang lagi nanti dan segala cerita saat kita menghabiskan waktu bersama.

Semoga kamu disana sehat sayang...

Atas nama rindu yang menggebu, I Love You... So much...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Template developed by Confluent Forms LLC; more resources at BlogXpertise